April, 29-2010
Pusing sendiri memikirkan keadaanku, terkungkung dalam sebuah dilema bodoh yang terjadi. Terjadi pengusiran secara halus oleh teman sekamar, dibilang anak kecil oleh teman sekelas (dan harus kuucapkan terima kasih karena telah jujur), sakit karena harus berusaha bersikap “biasa” di depan orang-orang, berusaha menyimpan semua perasaan tertekan, berusaha menghormati orang yang bahkan tak pernah menghormati saya, dan semakin ku berusaha semakin idiot saja oleh perasaan itu. Saya hanyalah seorang yang rapuh, yang mencoba menghadapi dunia dengan caraku sendiri, mencoba memahami segalanya dengan perasaan yang tertutup.
Entah kenapa, sampai sekarang belum menemukan apa yang dinamakan dengan sahabat sejati itu.
Kata orang, sahabat sejati itu :
1.Selalu bersama kita, yang ada di saat kita senang dan sedih.
2.Tahu semua kesukaan kita.
3.Tahu tipe cowok “pangeran” kita.
4.Menyapa dengan heboh ketika bertemu, tak sekedar say hello a.k.a basa-basi terpaksa.
5.Yang mau memahami dengan tulus keadaan kita, seberapa baik atau burukkah kita.
6.Selalu menepati janji.
7.Nyaman ketika shopping bareng-bareng, tak sekedar yang satu cuma ngantar, yang satu dengan sialnya harus ngikut kemana saja.
8.Ada di saat kita butuh mereka.
9.Saling MENGHARGAI !!
10.Meminjamkan barang dengan ikhlas.
11.Nggak suka ngomongin yang buruk-buruk tentang kita di depan orang lain.
12.Mengingatkan kita sholat.
Dan berbagai kata orang yang kadang menganggap bahwa sahabat itu harus menjadi seseorang yang kita inginkan. Yang selalu terlihat sempurna di mata kita. Andai mereka tahu (termasuk saya) bahwa tak ada orang sempurna di dunia ini, semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan kitanya saja yang harus bisa merubah kekurangan dalam diri sahabat-sahabat kita menjadi sebuah kelebihan.
Dan dengan bodohnya saya berharap bahwa semua orang harus sesuai dengan apa yang saya inginkan. Sesuai dengan apa yang saya minta. Egois, memang, karena begitulah saya. Sesosok manusia yang kadang sifat egoisnya tumbuh dan menghancurkan sebuah kalimat bahwa tak ada orang yang sempurna di dunia ini.

Terdapat 3 comments:
nunukuu saiangs ..
pinter bgd km nuliss ..
tagg ku sangka ..
hehehe ..
dalemm bangedd kata"muu ..
bner" menyentuh n membuatkuu terharu bahkan menangis ps baca blogmu ttg keluargaa yg utuhh .. huaa T.T
makasii vitaa..
good girl
Posting Komentar