Latar tempat : perpustakaan
Latar waktu : siang hari
Latar suasana *emang ada yah* : ramai
dengan serangkaian celotehan anak ababil
(bisa dibaca dengan anak muda masa kini yang gaul abis)
Saya : Sendiri, berkutat dengan kamus, kertas bertuliskan kata-kata Inggris, dan tentu saja modem yang menyala dan laptop yang menyala dengan background Google translate.
Dia : (dengan kacamatanya) juga sedang sendiri, sedang berkutat dengan laptopnya, entahlah apa yang dibuka dan terlihat senang *semoga sedang tidak membuka situs yang aneh-aneh bentuk dan rupanya*
Saya : Memandang dia dengan penuh rasa keingintahuan apa yang sedang dibukanya. Mengagumi wajahnya yang semakin hari semakin aneh di mata saya *di mata saya aja loh*
Dia : Masih asyik dengan laptopnya *hanya bisa bilang sial dalam hati saja dan merutuk kenapa dia tidak mencoba melihatku*
Saya : Terlalu asyik dengan semua yang ada pada dirinya sampai tak konsentrasi dengan apa yang benar-benar ada di hadapan sendiri.
Dia : Memandang laptop dengan penuh keseriusan *semoga dia sedang mengerjakan tugas, Tuhan*
(di saat yang bersamaan)
Saya : Menutup laptop, menyerah melihatnya, dan memutuskan pergi ke lantai atas dengan seorang teman.
Dia : Menutup laptop juga, berdiri, dan menghampiri seorang teman dan berjalan KE ARAHKU *maksudnya sih ke arah keluar perpustakaan, hahaa*
Saya : Karena tahu arah langkah kakinya menuju ke tempat saya berdiri, dan (mencoba) bodohnya saya langsung berjalan cepat ke tangga menuju atas, tak mau berpapasan dengan dia dan temannya.
Dia : Entah heran, entah senang karena tak harus menyapa saya, entah biasa saja, atau negatifnya malah tidak sedang memperhatikan saya.
Dan hari ini (April 5), hari kedua saya dan dia hanya sendiri, tanpa teman di sekeliling kami, tanpa seseorang yang sanggup kita ajak bicara.
Dan tanpa percakapan, tentunya J
Tapi tetap berterimakasih sama Tuhan, tanpa keajaibanNya semua ini takkan ada.

Terdapat 2 comments:
great..amazing..but..who is he?
does he has a curly hair?
ahahaaa..
no comment..
Posting Komentar