Joy of
Music
_Choir Charity Concert_
By :
Paduan Suara
Universitas Airlangga
Conducted by :
Yosafat Rannu Leppong
In collaboration with
Amadeus Lite Orchestra
Song list . . .
Lebenslut – Looking Through Your Eyes of Love – Don’t Worry be Happy – Reflection – Lilin-lilin Kecil ----- The Lion Sleep Tonight – What a Wonderful World – Dancing Through Life – If We Hold on Together
Malam ini, May, 08 2011, saya dan teman sekostan –Dinar Prisca P.– (terima kasih karena telah mengajak J walaupun tiketnya bayar sendiri-sendiri) bertaksi-taksi ria di bawah gerimis kota Surabaya menuju gedung pertunjukkan Cak Durasim untuk menikmati konser untuk pertama kalinya. Ini bukan konser musik band acak adul tapi konser musik orchestra !!! Waoo saya akan melihat piano, biola, violin, cello, dan flute dalam jarak dekat, satu ruangan, dan tepat di depan saya, teman !!! Dan ketahuanlah kalau saya ini udik, hahaa..
Merinding karena gesekan-gesekan yang dibuat oleh para pemain di biola, cello atau apapunlah itu namanya. Yang pasti mereka keren banget dan yang pasti harga alat musiknya keren juga. Sempat terlintas balon konyol, andai saya yang di depan, menggesek-gesek biola, menekan-nekan tuts piano itu, atau bernyanyi dengan apik dengan suara soprano atau alto di segerombolan anak paduan suara. Orang tua saya pasti akan duduk di depan sendiri dan melihat anaknya tampil dengan rasa bangga. Saya jadi bertanya, “Kapan terakhir saya membanggakan mereka dengan aksi saya yah ??”. Seingat saya itu sudah lama. Maaf.
Dan karena konser ini bertemakan charity = amal maka sebagian hasil keuntungan akan disumbangkan ke YPAB. YPAB sendiri merupakan singkatan dari Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta. Didirikan oleh Prof. Dr. Soetopo pada tanggal 9 Maret 1959. Mata pelajaran yang diutamakan di sini adalah kesenian. Melalui kesenian pula, siswa-siswi YPAB banyak mendapatkan prestasi. Dan tentunya, siswa-siswi dari YPAB juga unjuk kebolehan dengan memainkan angklung dan bernyanyi.
Dan ketika mereka (siswa-siswi YPAB) muncul, balon konyol yang sempat hinggap meletus seketika. Menyaksikan mereka yang notabene tunanetra masih bisa berkreasi dengan kemampuan yang mereka miliki. Bekerja keras untuk dapat menghapal lagu, agar tak salah menggoyangkan angklung. Saya yang memiliki dua mata normal, sungguh picik bila tak mau bekerja keras untuk apa yang saya inginkan.
Dan hari itu saya belajar bahwa terkadang apa yang bagus dilihat pada akhirnya hanya membuatku iri saja ternyata. Hanya berharap tanpa ada usaha untuk mewujudkannya. Dan saya tak mau jadi orang semacam itu, Tuhan, hanya termenung kosong menanti jawaban atas ketermenungan ini. Jawaban itu harus dicari, teman !!!

Terdapat 0 comments:
Posting Komentar